kreatif ramadhan

Karya merupakan ciri dari manusia, dalam mempertahankan hidupnya atau dalam bahasa kerennya “survive”. Manusia berkarya dengan berbagai macam bentuk, akan tetap didasari pada nilai dari sebuah karya tersebut dan situasi atau momentum yang memungkinkan karya tersebut mendapat perhatian, baik dalam bentuk nilai pakai atau sebagai nilai tukar. Karya bisa dijadikan sebagai refresentasi dari sebuah nilai kebudayaan di sebuah tempat. Karena budaya akan ditemukan melalui berbagai macam karya yang diciptakan oleh makhluknya. Logikanya adalah budaya akan diakui jika ada sebuah karya.
Begitu pula dengan kehidupan bermasyarakat, akan dikatakan masyarakat apabila masyarakat tersebut memiliki budaya. Karena ciri dari sebuah masyarakat adalah berbudaya. Maka benang merah atau makna yang tersirat adalah manusia yang berada dalam masyarakat harus berkarya sebagai cerminan eksistensinya.
Berkarya, berbudaya, dan berilmu bukan hanya menjadi sebuah slogan tapi harus diakui bahwa hal tersebutlah yang akan mengantarkan masyarakat pada tatanan kehidupan yang lebih baik. Ada beberapa persyaratan untuk mencapai masyarakat berilmu, diantaranya adalah rakyat harus berorganisasi dan menjaga eksistensinya. Dengan berorganisasi rakyat akan sadar atasa hak dan kebutuhannya. Oleh karena itu GERPAD (Gerakan Pemuda Demokratik) sebagai organisasi rakyat yang lahir sebagai organ pengkarya untuk memicu semangat berkarya dan bisa menjadi inspirasi untuk generasi yang lain.
Ramadhan adalah bulan suci yang bisa dikatakan sebagai bulan yang ditungu – tunggu oleh umat muslim di seluruh jagat bumi ini. Karena baginya, ramadhan tempat berpuasa yang bermakna sebagai tempat belajar dan mengevaluasi diri, bahkan membuat rekomendasi sebagai pandangan kedepan umat manusia. Bagi kaum muslim, bulan ramadhan merupakan tempat segala macam kehidupan. Pengujian mental, emosi, jiwa, dan tempat penyucian dari hal negatif yang dilakukan sebelumnya. Suatu sikap spiritual dari umat beragama dimana diposisikan tidak melakukan makan dan minum dalam tingkatan praksisnya, pengujian dan penyucian jiwa dalam hal strategisnya.
Bagi umat non muslim, ramadhan adalah waktu buat bertoleransi antar umat beragama. Sabagai cerminan hidup ditengah pluralisme yang menghargai perbedaan. Dan memaknai perbedaan, hal tersebuat sebagai sutau cara hidup yang indah dan menarik untuk dijalani.
Begitu banyak macam makna dan pelajaran dari ramadhan yang bisa dirasakan sebagai pemberian budaya dari agama Islam yang layak untuk dilestarikan dan dijalani. Tentu saja ramadhan tidak akan berlalu begitu saja tanpa ada sesutau yang diakukan oleh rakyat untuk memberikan sebuah instrument kehidupan yang harmonis.
Oleh karena itu, GERPAD (Gerakan Pemuda Demokratik) memberikan sebuah warna tersebut dengan memberikan sumbangsih pada bulan Ramadhan ini berupa kegiatan kerohanian sebagai bentuk apresiasi anak muda yang kreatif. Adapun kegiatan tersebut kami adakan dengan tema “ Dengan Berkarya, Berbudaya dan Berilmu Menyatu dalam Ramadhan”. Dengan penjelasan tema berdasarkan semangat yang beranjak dari kreatifitas yang tinggi dan niat memberikan sesuatu yang berkesan dibulan suci ramadhan ini

~ oleh jaranpusang pada Agustus 29, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: